@topan
1 BLOK KARYA
22 May 2026
Horor QUEST
Gue ngekost di kontrakan Angker
Kebayang gak kalian kost mahal harga 1 juta bukannya nyaman malah bikin jadi keringat dingin. Kirain kost murah aja yang ada setannya ternyata yang mahal juga
Hai, namaku Topan. Baru sekitar dua bulan aku pindah ke kos yang sekarang. Awalnya aku ngerasa ini tempat lumayan enak dibanding kos lama. Harganya memang agak mahal sih, satu juta per bulan, tapi menurutku masih masuk akal karena fasilitasnya lengkap. Kamar mandi di dalam, kasur udah disediain, ada kulkas kecil, AC juga dingin. Buat ukuran anak rantau yang pengen nyaman setelah capek kerja atau aktivitas seharian, tempat ini sebenarnya lumayan banget.
Pas pertama pindah, aku malah sempat senang. Lingkungannya kelihatan tenang, tetangga kos juga keliatan biasa aja. Pemilik kosnya ramah, walaupun agak pendiam. Bangunannya dua lantai, lorongnya panjang, dan kalau malam lumayan sepi karena kebanyakan penghuni kerja pagi. Jadi jam 10 malam aja suasana udah kayak kosong. Awalnya aku mikir itu malah enak karena nggak berisik.
Minggu pertama semuanya normal. Aku tidur nyenyak, bangun pagi, kerja, pulang malam, main HP bentar terus tidur lagi. Nggak ada yang aneh sama sekali. Bahkan aku sempat bilang ke temanku kalau akhirnya nemu kos nyaman yang nggak ribet.
Tapi ternyata rasa nyaman itu nggak bertahan lama.
Mulai masuk minggu ketiga, aku mulai ngerasa ada hal aneh di kos ini. Awalnya cuma hal kecil yang aku anggap biasa. Kadang ada suara langkah sandal di lorong tengah malam. Padahal kalau aku cek keluar, lorong kosong. Aku masih mikir mungkin penghuni lain lagi ke kamar mandi atau keluar beli makan. Jadi aku nggak terlalu peduli.
Lalu kejadian aneh mulai makin sering.
Pernah satu malam AC kamar tiba-tiba mati sendiri sekitar jam 1 malam. Aku bangun karena kepanasan. Pas aku cek, remote AC masih nyala normal. Aku pencet lagi, hidup. Lima menit kemudian mati sendiri lagi. Waktu itu aku udah mulai kesel karena besok harus bangun pagi. Tapi yaudah, aku coba tidur lagi sambil kipas tangan pakai kardus bekas.
Besoknya aku bilang ke penjaga kos. Dia cuma jawab santai, “Oh kadang memang suka begitu.”
Aneh sih, tapi aku nggak mikir macam-macam.
Nah, kejadian paling bikin nggak nyaman mulai muncul setelah itu.
Jadi sekitar jam 2 subuh, aku lagi tidur enak banget. Sampai aku mimpi lagi makan sate sama teman-teman lama. Tiba-tiba ada suara “tok tok tok” di pintu kamar. Pelan sih, tapi jelas banget. Awalnya aku cuekin karena kupikir salah kamar. Tapi suara ketokannya makin sering.
“Tok… tok… tok…”
Karena kesel dibangunin, akhirnya aku bangun sambil setengah sadar. Aku lihat HP, ternyata benar jam 2 lewat sedikit. Dalam hati aku udah ngomel sendiri, “Siapa sih malam-malam begini?”
Pas aku buka pintu sedikit, ternyata ada nenek-nenek berdiri di depan kamar. Bajunya lusuh, rambutnya tipis putih semua, badannya agak bungkuk. Yang bikin aneh, dia cuma diam sambil lihat ke arah dalam kamar.
Aku langsung bingung.
“Cari siapa, Nek?” tanyaku.
Dia nggak jawab.
Aku ulang lagi agak keras karena kupikir mungkin dia nggak dengar. Tapi tetap diam. Tatapannya kosong banget. Aku mulai merinding sendiri.
Terus tiba-tiba dia ngomong pelan banget, hampir nggak kedengeran.
“Belum tidur ya…”
Aku makin bingung. Ya jelas belum tidur, wong dibangunin. Tapi anehnya setelah ngomong itu dia malah jalan pelan ke ujung lorong. Nggak lama hilang gitu aja.
Aku pikir mungkin nenek penghuni sekitar yang pikun atau salah masuk kos. Tapi yang bikin aneh, gerbang kos malam selalu dikunci. Jadi dia masuk dari mana?
Besok paginya aku cerita ke anak kamar sebelah. Bukannya kaget, dia malah langsung diem beberapa detik terus bilang,
“Oh… lu juga diganggu?”
Aku langsung merinding.
Katanya beberapa penghuni lama juga pernah ngalamin hal sama. Ada yang dengar suara nenek batuk di lorong malam-malam, ada yang pernah lihat bayangan berdiri dekat tangga. Tapi karena nggak pernah ada kejadian parah, mereka lama-lama biasa aja.
Aku ketawa kecil waktu dengar itu, walaupun sebenarnya takut. Dalam pikiranku masih berusaha logis. Mungkin cuma halusinasi karena kecapekan.
Tapi makin lama kejadian di kos ini makin nggak masuk akal.
Pernah jam 12 malam kulkasku tiba-tiba bunyi keras kayak ada yang mukul dari dalam. “DUK! DUK!” Sampai aku kaget loncat dari kasur. Pas dibuka, nggak ada apa-apa. Air minum masih rapi, makanan nggak berubah.
Kadang juga ada suara kursi geser dari kamar kosong ujung lorong. Padahal kamar itu belum ditempati siapa-siapa dari aku pertama pindah. Lampunya aja mati terus.
Yang paling bikin aku nggak bisa tidur sampai sekarang itu kejadian minggu lalu.
Malam itu hujan deras banget. Sekitar jam 2 lagi, aku kebangun karena dengar suara ketokan pintu. Sama persis kayak sebelumnya. Pelan tapi terus-terusan.
“Tok… tok… tok…”
Jujur waktu itu bulu kudukku langsung berdiri. Aku cuma diam di kasur sambil pura-pura nggak dengar. Tapi suara ketokannya makin cepat.
“Tok tok tok tok…”
Aku memberanikan diri lihat dari lubang pintu.
Dan sumpah, di luar nggak ada siapa-siapa. Lorong kosong. Lampu lorong berkedip pelan. Tapi suara ketokannya masih ada. Padahal pintu tepat di depanku nggak bergerak sama sekali.
Aku langsung mundur pelan. Keringat dingin keluar semua walaupun AC nyala dingin banget. Malam itu aku nggak tidur sampai pagi.
Sekarang setiap jam malam mulai lewat tengah malam, suasana kos langsung berubah bikin nggak nyaman. Lorong yang siang kelihatan biasa aja tiba-tiba terasa sempit dan dingin. Kadang aku sampai sengaja tidur sambil nyalain TV biar ada suara teman.
Jujur sampai sekarang aku masih bingung harus tetap tinggal atau pindah. Soalnya kalau dipikir-pikir fasilitas kos ini enak banget buat harganya. Tapi kejadian anehnya juga nggak habis-habis 😭
Dan yang paling bikin kepikiran… kenapa hampir semua gangguannya selalu muncul jam 2 subuh?